3 Tips Membekukan Makanan Agar Lebih Awet dan Tak Kehilangan Gizi

Editor: Annelis Brilian / nova.id
Selasa, 8 Maret 2016
Foto : ISTOCK
Cara membekukan makanan

Menyiapkan makanan untuk keluarga bisa lebih praktis dengan membuat makanan frozen food. Ternyata, kita bisa membekukan bahan makanan sendiri, lo. Frozen food faktanya tidak selalu bahaya bila kita paham cara membekukan makanan agar tetap awet dan bergizi. 

Pada dasarnya, menyimpan makanan dengan cara dibekukan termasuk pada cara mengawetkan makanan.  Inti dari mengawetkan makanan adalah untuk mempertahankan masa simpan makanan sehingga layak dikonsumsi. Saat mengawetkan makanan juga kita harus mempertahankan mutu makanan dari kerusakan.

Kerusakan makanan saat makanan dibekukan, bisa disebabkan oleh faktor kimia, fisika, dan biologis. Faktor-faktor kerusakan tersebut tentu akan sulit dikendalikan bila tanpa usaha pengawetan.

Namun, istilah mengawetkan makanan seringkali diartikan dengan menambahkan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Padahal cara mengawetkan makanan mempunyai banyak cara dan tidak harus dengan ditambahkan bahan pengawet, salah satu caranya adalah dengan dibekukan.

Bagaimana cara yang benar saat hendak membekukan bahan makanan agar awet?

BACA: Tips Menjaga Makanan Beku dan Ciri Makanan Beku Tak Layak Makan Lagi

Metode Pembekuan Makanan

Dari berbagai cara ataupun metode pengawetan makanan, pembekuan makanan merupakan cara yang paling efektif, mudah, cepat, praktis, dan relatif lebih aman.  Pada dasarnya, sistem kerja pembekuan adalah suhu dingin.  Selama suhu titik bekunya bisa dipertahankan, maka pertumbuhan mikroorganisme masih dapat dikendalikan.

Yang perlu diketahui saat membekukan makanan adalah proses ini tidak akan membunuh mikroorganisme.  Pembekuan ini hanya akan menghentikan pertumbuhan mikroorganisme sementara saja ketika ia berada dalam kondisi beku.  Bila suhu meningkat, maka mikroorganisme akan berkembang kembali.  Bila kita menghendaki sistem pembekuan yang sempurna, maka sebaiknya dilakukan dengan suhu yang dingin dan cepat.

Proses Perubahan Makanan Beku

Dalam proses selama pembekuan sangat memungkinkan terjadinya beberapa perubahan pada bahan yang dibekukan seperti aroma tengik.  Aroma tengik pada frozen food disebabkan oleh kontak udara dengan makanan.

Bila bahan yang akan dibekukan mengandung lemak, sebaiknya hilangkan bagian lemaknya dulu. Karena lemak dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya tengik.

Tidak hanya itu, tekstur bahan yang dibekukan akan mengalami perubahan selama proses pembekuan. Hal ini dikarenakan perubahan bahan makanan dari bentuk semula (lembek/cair) menjadi ke bentuk padat atau es.  Akibatnya dinding sel makanan menjadi rusak.

BACA: Frozen Food yang Boleh untuk Bayi

Pengemasan Bahan Makanan

Salah satu hal yang cukup berperan dalam membuat makanan beku atau frozen food adalah pengemasan yang baik.  Tujuan pengemasan sendiri adalah untuk melindungi makanan dari kekeringan (freezer burn) selama disimpan di dalam freezer.

Pengemasan makanan beku yang tepat akan menjaga rasa, warna, kandungan air, dan nutrisi makanan yang terdapat dalam frozen food.  Kemaslah makanan dengan tempat dan jangan terlalu besar dan banyak isinya karena akan membuat makanan sulit beku.  Sebaiknya kemas bahan makanan dengan cara vacuum agar hasilnya lebih maksimal.

Pengemasan makanan yang baik adalah sebagai berikut :

  • Tahan air dan penguapan.
  • Tidak mudah retak atau pecah dalam suhu dingin, misalnya botol yang biasanya mudah pecah di dalam freezer.
  • Kemasan untuk makanana haruslah kemasan yang tidak meninggalkan bau dan tidak berasa.
  • Mudah digunakan, dapat diberi label dan ditutup (sealing/vacuum)

Dahrani Putri

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.