Plus Minus Membawa Stroller Atau Baby Carrier Saat Liburan

Editor: Annelis Brilian / nova.id
Senin, 18 Juli 2016
Foto : ISTOCK
Liburan, bawa stroller atau baby carrier?

Berlibur bersama buah hati, tentu sangat menyenangkan. Namun, pertanyaan yang biasanya muncul, apakah perlu membawa stroller atau cukup baby carrier?

Citra dan Adit merasa tak puas menikmati liburan mereka selama 3 hari di Bali. Pasalnya, Citra kelelahan karena harus terus menggendong buah hati mereka, Dastan yang baru berusia 2 tahun. Entah karena cuaca yang panas atau belum terbiasa dengan suasana baru, Dastan kerap rewel dan tak mau turun dari gendongan ibunya.

Gara-gara hal sepele ini, kadang Citra dan Adit terlibat pertengkaran kecil lantaran Adit tak mau gantian menggendong Dastan. Padahal, Citra juga sudah kelelahan menggendong anaknya sepanjang jalan di lokasi wisata.

BACA: Pro dan Kontra Membawa Bayi dalam Gendongan

Kejadian tersebut biasanya terjadi pada pasangan muda yang melakukan perjalanan bersama buah hatinya yang masih balita. Mereka memutuskan untuk tidak membawa stroller karena khawatir kerepotan. Memang stroller bisa menjadi dewa penyelamat, namun bisa juga justru menjadi sumber kerepotan, terutama kalau stroller yang dibawa besar dan berat.

Nah, agar tepat memilih membawa stroller atau cukup membawa baby carrier, simak tips berikut ini.

Membawa Stroller Ketika Liburan Jika:

  • Bepergian dengan anak berusia 3 tahun ke atas.
  • Kalau anak sudah terlalu berat untuk digendong dan Anda merasa tak sanggup meski bergantian dengan pasangan.
  • Liburan lama, lebih dari dua hari dan banyak melibatkan jalan kaki.
  • Liburan ke negara maju karena infrastruktur sudah memadai
  • Tempat-tempat wisata yang mendukung dan stroller-friendly
  • Stroller dengan material yang enteng dan mudah untuk dilipat.

BACA: 10 Stroller Bayi Ternyaman dan Termahal 2016

Membawa Baby Carrier atau Gendongan Bayi Ketika Liburan Jika:

  • Bepergian dengan bayi newborn atau kerang dari 2 tahun
  • Traveling ke beberapa tempat dan terus berpindah.
  • Waktu bepergian tidak terlalu lama, maksimal 2 hari.
  • Kondisi/medan destinasi yang agak berat, misalnya candi, bukit, menanjak.

Meski terbilang praktis, baby carrier juga punya kelemahan, yaitu bergantung pada stamina si penggendong. Apalagi, jika menggendong dalam waktu cukup lama, pundak pasti akan terasa sangat pegal.

Menyiasatinya, tentu dengan menggendong secara bergantian dengan pasanga. Saat ini, banyak baby carrier yang juga didisain dan motif unisex. Artinya, ketika pasangan menggunakan baby carrier, dia tak masalah dengan motif atau gambar baby carrier tersebut.

BACA: Aturan Penggunaan Gendongan Bayi yang Aman

Cek Peraturan Maskapai

Jika sudah memutuskan untuk membawa stroller dan menggunakan pesawat, sebaiknya cek lagi peraturan maskapai tersebut. Ada maskapai yang memperbolehkan stroller dibawa ke kabin, ada juga yang mengharuskan disimpan di bagasi. Jika demikian, cari lagi informasi mengenai teknis pengambilan stroller.

Sewa di tempat

Tak mau repot membawa stroller dari rumah? Anda juga bisa menyewa stroller atau barang-barang keperluan bayi dan anak di kota tujuannya. Kuncinya, rajin browsing soal tempat, biaya, dan ketentuannya.

SRI ISNAENI

 

 

 

 

 

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.