Perempuan Terkait Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam Tinggal di Serang

Editor: Swita Amallia Alessia / nova.id
Kamis, 16 Februari 2017
Foto : The Telegraph
Siti Aisha tersangkut kasus pembunuhan Kim Jong Nam

Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tewas di Malaysia. Jong Nam menghembuskan nafas terakhir setelah ditemukan sakit di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Selasa (14/2/2017). Selama ini ia tinggal di pengasingan. Diduga, Jong Nam tewas dibunuh oleh agen rahasia Korea Utara.

Polisi Malaysia mengidentifikasi perempuan berpaspor Indonesia yang diduga terkait kematian Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Perempuan pemegang paspor Indonesia tersebut bernama Siti Aishah, demikian aparat Malaysia, Kamis (16/2/2017).

Baca : Perempuan Berpaspor Indonesia Ditangkap Terkait Pembunuhan Kim Jong Nam

Menurut alamat yang tertera di paspornya, Siti beralamat di Serang (Provinsi Banten,Indonesia dan lahir pada 11 Februari 1992.Siti ditangkap pada Kamis (16/2/2017) dini hari, beberapa jam setelah polisi Malaysia menangkap Doan Thi Huong, perempuan berusia 28 tahun dan berpaspor Vietnam, Rabu (15/2/2017).

Menurut pernyataan pers Kepolisian Diraja Malaysia, Siti terekam kamera pengawas di terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2 dan sedang sendirian ketika ditangkap.

Menurut Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, Siti ditangkap pada Kamis pukul 02.00 atau pukul 01.00 WIB. Ia tidak menyebut secara rinci di mana persisnya Siti ditangkap.Saat ini, polisi masih mencari empat pria yang bersama kedua perempuan itu pada Senin malam, sebagaimana terekam dalam kamera pengawas di Bandara KLIA 2. Polisi sedang melakukan pemeriksaan intensif tentang dugaan keterlibatan dua perempuan tersebut, Doang Thi Hong dan Siti Aishah.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur masih memeriksa keaslian paspor Indonesia yang dimiliki perempuan tersangka pembunuh Kim Jong Nam. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, KBRI Kuala Lumpur telah meminta informasi dari otoritas kemanan Malaysia terkait kasus yang melibatkan perempuan berpaspor Indonesia itu.

Berdasar data diri yang disampaikan oleh otoritas keamanan Malaysia, KBRI telah melakukan verifikasi. Berdasarkan data sementara yang ada di KBRI, perempuan itu berstatus WNI.

KBRI telah meminta akses kekonsuleran kepada Pemerintah Malaysia untuk dapat memberikan pendampingan dalam rangka memastikan bahwa hak-hak hukumnya terpenuhi. "Saat ini staf KBRI dalam perjalanan menuju Selangor," kata Iqbal.

Pascal S Bin Saju/Kompas.com

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.