Lembutnya Sandwich Kepiting dan Lobster di The HolyCrab Bali

Editor: nova.id / nova.id
Sabtu, 17 Januari 2015
Foto :

TabloidNova.com - Setelah satu tahun buka di Jakarta, The HolyCrab membuktikan bahwa hidangan kepiting dengan konsep penyajiannya yang khas dapat diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia. Inilah yang membuat restoran seafood bergaya Louisiana ini membuka cabangnya di kawasan Petitenget, Bali, pada Rabu (14/1) lalu.

Masyarakat Bali maupun para wisatawan akan dapat menikmati King Crab Legs, Dungeness Crab, Mud Crab, Snow Crab Legs, juga Lobster dan Freshwater Crawfish (lobster air tawar) dengan saus Original Cajun dan Garlic Pepper. Khusus untuk outlet Bali ini, The HolyCrab juga menyajikan menu andalan baru yaitu Lobster Roll, Crab Roll, Shrimp Roll, dan Crab Cake.

Lobster, Crab, dan Shrimp Roll tak lain sandwich dengan isi udang, kepiting, dan lobster. Lobster, kepiting, atau udang ini diramu dengan mentega cair panas, lalu dihidangkan pada roti hot dog yang dikukus. Sedangkan Crab Cake, atau kue kepiting, merupakan salah satu hidangan fish cake khas Amerika. Kue ini terbuat dari daging kepiting, remah roti (breadcrumbs), susu, saus mayones, telur, dan bumbu-bumbu rahasia. Adonan ini lalu ditumis, dipanggang, atau dibakar, lalu disuguhkan dengan kentang goreng.

Di Bali, menu roti lapis ini akan menjadi semacam appetizer.

Shrimp Roll

"Shrimp Roll, salah satu menu baru di The HolyCrab Bali. "

Crab Roll

"Crab Roll, dagingnya banyak dan lembut. "

Kepiting HolyCrab

"Menu kepiting dengan bumbu Original Cajun. "

Udang HolyCrab

"Menu udang dengan saus Garlic Pepper, coba deh! "

The HolyCrab Bali

"The HolyCrab Petitenget, Bali. (FOTO: FACEBOOK) "

Sebaliknya, menu roti lapis ini belum tersedia di Jakarta. Namun jika pelanggan Jakarta juga menginginkan menu tersebut, bukan tak mungkin HolyCrab Jakarta akan menghadirkannya. Sebagai penggantinya, mungkin Anda bisa juga menikmati menu starter yang terdiri atas kentang goreng dan ikan, yang dicocol dengan saus Original Cajun atau Garlic Pepper yang lezat.

Menu Kepiting
Baik di Jakarta maupun di Bali, menu andalan The HolyCrab tentulah hidangan laut itu sendiri. Dari empat jenis kepiting yang tersedia, yang menjadi best seller adalah Alaskan King Crab dan Mud Crab, kepiting lokal yang dibawa dari Papua dan Kalimantan. Masing-masing dari kepiting ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Dungeness Crab diimpor dari Amerika, karena kepiting jenis ini biasanya ditangkap di area west coast, tepatnya di daerah Seattle dan Vancouver. "Cangkang kepitingnya lebih lembek, lebih lembut. Bukanya harus pelan-pelan agar (cangkangnya) tidak pecah. Dagingnya lebih lembut, rasanya milky, atau creamy," tutur Albert, yang berlatarbelakang pendidikan teknologi pangan.

Alaskan King Crab punya ukuran paling besar, dengan bobot mencapai 8-9 kilogram. Namun tulang atau cangkangnya tipis, sehingga beratnya memang terletak pada dagingnya. Karena itu, HolyCrab hanya menyajikan bagian kaki di mana dagingnya paling banyak ditemukan. Dagingnya pun terasa lebih manis.
 
Ada pun Snow Crab merupakan versi King Crab yang lebih kecil, sehingga sering juga disebut Queen Crab. Rasanya pun kurang lebih sama dengan King Crab.

Menu-menu kepiting maupun lobster ini dihidangkan langsung di atas meja tanpa piring, hanya beralaskan semacam taplak kertas. Lalu Anda bisa langsung menikmatinya tanpa sendok-garpu. Dengan cara ini, Anda tentu jadi lebih puas saat mengorek daging kepiting dari cangkangnya, atau menyesap bumbunya langsung dari kulitnya.

Shrimp Roll

"Shrimp Roll, salah satu menu baru di The HolyCrab Bali. "

Crab Roll

"Crab Roll, dagingnya banyak dan lembut. "

Kepiting HolyCrab

"Menu kepiting dengan bumbu Original Cajun. "

Udang HolyCrab

"Menu udang dengan saus Garlic Pepper, coba deh! "

The HolyCrab Bali

"The HolyCrab Petitenget, Bali. (FOTO: FACEBOOK) "

Saat kembali ke Tanah Air dan ingin untuk membuka restoran, konsep makan ala Louisiana inilah yang terpikirkan olehnya. Bukankah orang Indonesia juga gemar makan seafood, dan juga senang makan pakai tangan? Jadi, klop.

 "Bumbunya sih, nggak lari dari Louisiana. Lalu kami racik sesuai lidah Indonesia. Di sana, kepiting biasanya cuma direbus dan ditaburi rempah. Kalau di sini orang Indonesia suka bumbu, suka dicocol pake kecap manis, sambal, dan sebagainya," tambahnya. Inilah yang coba dia padukan di HolyCrab.

Meskipun begitu, HolyCrab tetap mencoba fokus pada kualitas hidangan laut itu sendiri. Menurutnya, hidangan laut yang kualitasnya sudah bagus tidak memerlukan bumbu yang terlalu kuat. Albert ingin rasa dagingnya yang lebih terasa, sehingga ciri khas kepiting-kepiting jagoannya juga lebih terasa.

"Ini kepiting-kepiting eksotik, harganya mahal. Kalau dimakan pakai banyak bumbu, percuma," tukasnya.

Itulah sebabnya, hingga saat ini HolyCrab belum berencana menambah variasi bumbu seperti saus tiram, saus asam manis, saus padang, atau saus lain ala restoran seafood pada umumnya. Original Cajun dan Garlic Pepper masih jadi andalan. Sebelum Anda ngotot meminta saus tiram, lebih baik Anda coba dulu rasanya.

Dini Felicitas

FOTO-FOTO: NOVA/DINI FELICITAS

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.