Bocah Hidrosefalus Meninggal Dunia Setelah Sempat Ditolak Pihak Rumah Sakit

Editor: Uda Deddy Adrian / nova.id
Kamis, 11 Februari 2016
Foto : Suddin Samsuddin
Islamiati, memangku jenazah putrinya Magfira (8 bulan) yang menderita hydrocepalus

Tabloidnova.com - Duka mendalam yang dirasakan pasangan suami istri, Islamiati dan Takdir, warga Tonrangen, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Magfira, anak pasangan suami istri ini yang tengah sakit, ditolak RSU Unhas Makassar, tanpa alasan yang jelas.

"Tadi malam, RSUD Andi Makkasau merujuk anak kami ke RSU Unhas Makassar. Namun, kami ditolak tanpa alasan jelas, padahal kami pengguna BPJS Kesehatan," kata Islamiati, Rabu (10/2/2016).

"Kemudian, kami membawa Magfira ke RS Wahidin dan segera ditangani. Namun, Magfira meninggal dunia di ruang UGD RS Wahidin," kata dia.

Baca juga: Kisah Pak Suud, Guru Penderita Stroke yang Harus Mengajar di Kantin Sekolah

Sementara itu, Takdir hanya bisa pasrah sambil terus melantunkan doa untuk putri tercintanya itu yang menderita hidrosefalus itu.

"Mungkin BPJS tak berpihak kepada kami orang tidak mampu ini," kata tukang bangunan itu di depan jasad putrinya.

Suddin Syamsuddin / Kompas.com

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.