Kelainan Bawaan pada Janin Bisa Dikurangi Berkat Deteksi Dini

Editor: nova.id / nova.id
Selasa, 7 April 2015
Foto :

Tabloidnova.com - Beragam deteksi dini pada janin dapat memberikan informasi tentang kondisi calon buah hati. Namun, tentu saja semua hasil pemeriksaan tersebut jangan membuat perempuan menjadi takut.

Beberapa penyakit memang harus dilihat dulu apakah ada harapan atau tidak. "Tujuannya untuk pencegahan sehingga bisa dilakukan treatment. Misalnya, ketahuan Down Syndrome, memang tidak bisa disembuhkan. Tapi, bisa diminimalisir komplikasi bayinya," jelas Dr. med. Damar Prasmusinto, SpOG. (K) Fetomaternal , dari Brawijaya Women & Children Hospital.

Atau ketahuan ada kelainan jantung, begitu lahir sudah disiapkan kelahirannya. "Dokter bedah jantung sudah disiapkan dan sudah paham apa yang harus dilakukan."

Paling banyak kasus yang terjadi adalah kekurangan zat besi, vitamin D. "Padahal, di Indonesia kaya akan matahari. Namun, sayangnya banyak yang defisiensi atau kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin ini bisa mengakibatkan hipertensi." 

Risiko ketuban pecah, infeksi, sering keputihan, jangan dianggap kondisi normal tapi tetap harus diwaspadai. 

Jika terjadi kasus kelainan bawaan pada janin, orangtua harus melakukan konseling, tak hanya dokter yang memutuskan tapi semua pihak. Tapi, keputusan tetap tergantung pasien.

"Tentu saja ada untung ruginya. Dari sisi psikologis penundaan persalinan bisa menimbulkan trauma kejiwaan pada Sang Ibu," ujarnya.

"Makanya kasus kelainan bawaan pada janin harus ditreatment secara holistik dan tidak sesederhana yang dipikirkan. Sebaiknya dengan melibatkan ahli agama dan psikolog."

Noverita K. Waldan

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.