Memahami Rematik & Gejalanya

Editor: nova.id / nova.id
Kamis, 20 Juni 2013
Foto :

rematik02

"Ilustrasi "

Rematik juga merupakan gangguan kronis. Jadi, meskipun Anda merasakan gejalanya sesekali, penyakit ini dapat memburuk dari waktu ke waktu dan bahkan sulit untuk sembuh.

Oleh karena itu, pengobatan agresif merupakan kunci untuk memperlambat atau menghentikan perkembangannya.

Rematik juga dapat memengaruhi kulit, mata, paru-paru, jantung, darah, dan saraf.

Gejala dan Tanda Rematik

Peradangan sendi dari rematik datang dengan rasa sakit yang disertai rasa hangat (di daerah yang sakit, Red.), dan pembengkakan.

Peradangan biasanya simetris, terjadi pada kedua sisi tubuh pada saat yang bersamaan (seperti pergelangan tangan, lutut, atau tangan).

Gejala lain rematik meliputi kekakuan sendi yang biasanya terjadi di pagi hari atau saat sedang tidak melakukan apapun, atau juga saat sedang merasa sangat lelah. Gejala kadang bisa disertai dengan demam ringan.

Gejala biasanya berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun dan bisa datang dengan cepat pada sebagian orang.

Yang Berisiko Tinggi

Rematik biasanya menyerang orang di antara usia 30 - 60 tahun. Namun, orang-orang yang lebih muda juga bisa mengalaminya.

Rematik terjadi tiga kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria. Faktor risiko lainnya adalah kebiasaan merokok dan keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini.

Penyebab Rematik

Sel kekebalan biasanya melindungi tubuh dari penyerbu asing. Hingga kini, mengapa Apa yang membuat jaringan-jaringan tersebut terserang sehingga menyebabkan peradangan sendi tidak diketahui.

Para peneliti percaya, beberapa kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan mungkin memainkan peran. Mungkin ada kecenderungan genetik pada beberapa orang di mana infeksi (yang mungkin terdapat pada tubuhnya) dengan bakteri atau virus tertentu sedang menyesuaikan diri dengan kondisi tubuhnya. Namun hingga kini, tidak ada infeksi spesifik telah diidentifikasi.

Kerusakan yang Dialami

Peradangan dari lapisan sendi dapat merusak tulang dan tulang rawan sehingga menyebabkan kelainan bentuk sendi. Saat kondisi ini berlangsung, sendi dapat mengembangkan rasa sakit dan hilangnya fungsi.

Rematik dapat mempengaruhi organ dan bagian tubuh selain sendi, termasuk:

-      Nodul reumatoid. Benjolan keras di bawah kulit dan organ internal.

-      Sindrom Sjogren. Peradangan dan kerusakan kelenjar mata dan mulut, bagian lain dari tubuh juga dapat dipengaruhi.

-      Pleuritis. Radang selaput paru-paru.

-      Perikarditis. Peradangan lapisan yang mengelilingi jantung.

-      Anemia. Pengurangan sel darah merah.

-      Sindrom Felty. Pengurangan sel darah putih, berhubungan dengan pembesaran limpa.

-      Vaskulitis. Peradangan pembuluh darah yang dapat mengganggu suplai darah ke jaringan.

Ester

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.