Pil KB Bikin Rahim Kering

Editor: nova.id / nova.id
Rabu, 25 Maret 2009
Foto :

dr. Arju yang baik,
Dok, saya menikah sekitar 9 bulan lalu. Saya (22) dan suami (26) sepakat menunda program punya anak. Kami merasa belum siap karena masih sama-sama sibuk kerja, dan ini adalah keputusan bersama. Saat ini saya menggunakan pil KB. Tapi akhir-akhir ini saya sering gelisah karena selalu mendengar omongan orang tentang KB bagi perempuan yang belum pernah melahirkan.

Apakah menggunakan KB sebelum melahirkan akan membuat rahim menjadi kering sehingga akan susah punya anak nantinya? Saat ini saya pakai pil KB Dianne. Apakah KB juga bisa menganggu pertumbuhan hormon sehingga bisa menyebabkan kemandulan? Saya segan berkonsultasi langsung ke dokter spesialis karena takut dimarahi.

Dok, alat kelamin suami ukuranya kecil sekali. Dalam keadaan normal panjangnya +/- 3 cm dan saat tegang panjangnya hanya +/- 10 cm, dengan diameter +/- 2,5-3 cm. Berat tubuhnya 84 kg dengan tinggi 168 cm. Apa yang menyebabkannya demikian, Dok? Apakah karena faktor keturunan, dan apakah itu wajar, Dok? Apakah ukuran kelamin suami bisa berpengaruh pada kemandulan?

Apakah seorang pekerja berat akan sulit mendapatkan keturunan? Suami saya seorang mekanik alat berat, yang tentu saja pekerjaannya pun berat-berat. Saya berharap Dokter bisa menjelaskan agar kami bisa mendapat masukan yang baik. Terima kasih.
Ny. J - Pangkal Pinang

Ny. J - Pangkal Piang, Anda menggunakan KB hormon yang mengandung hormon sintetik (buatan). Hormon tersebut bekerja menekan terjadinya pengeluaran sel telur dari indung telur (Ovarium), lendir di mulut rahim bertambah kental sehingga menghambat jalannya sperma, mempengaruhi kecepatan transport sel telur melalui saluran indung telur.

Secara keseluruhan, pemberian hormonal melalui sistim KB akan mengubah proses dalam tubuh sehingga tak terjadi pengeluaran sel telur dari indung telur. Jadi, bukan berarti rahim Anda kering karena pemakaian KB hormon.

Riwayat pemakaian KB hormon memang dapat mengganggu proses kesuburan. Apalagi, bila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Selama pemakaian pil KB, indung telur tidak berfungsi optimal.

Maka setelah pemakaian KB, biasanya diperlukan beberapa waktu untuk membuat fungsi indung telur kembali optimal. Hal ini tergantung pada individu yang bersangkutan. Dan bila Anda berniat untuk mulai hamil, istirahatlah dari mengonsumsi pil KB beberapa bulan sebelum rencana kehamilan tersebut.

Masalah keturunan, tak bisa ditentukan dari ukuran penis. Kehamilan akan terjadi bila ada pertemuan antara sel telur dengan sperma. Selama suami Anda masih bisa melakukan ejakulasi, dengan mengeluarkan air mani yang mengandung sperma, maka kehamilan masih dapat terjadi.

Tetapi, hal itu juga harus didukung dengan adanya sel telur matang yang dihasilkan oleh indung telur Anda. Bila pertemuan ini ditunjang dengan hormon yang baik dalam diri Anda dan tidak ada kelainan di dalam rahim Anda, maka kemungkinan besar Anda berdua dapat mempunyai anak.

Masalah pekerjaan bukan merupakan masalah utama. Bila Anda berdua sudah siap untuk mempunyai anak, sebaiknya mulai hidup sehat, antara lain istirahat cukup, konsumsi makanan sehat, hindari stres, jaga kebersihan, dan selalu berdoa.

Ilustrasi: Aries Tanjung

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.