Orangtua, Begini Cara Mengasuh dan Mendidik Anak Generasi Alfa

Editor: Ridho Nugroho / nova.id
Rabu, 23 September 2015
Foto : Alamy
Orangtua, Begini Cara Mengasuh dan Mendidik Anak Generasi Alfa

Punya dan membesarkan anak di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat tentu membutuhkan cara khusus. Kemudahan mendapatkan informasi dari segala sumber serta kecanggihan teknologi yang kian lama membuat masyarakat modern menjadi ketergantungan jelas bukan perkara mudah.

Generasi alfa yang konon merupakan generasi yang lahir di era tahun 2010 ke atas adalah generasi terkini yang merupakan generasi melek digital dan teknologi. Meski diklaim lebih pintar dan cerdas dalam soal akademisi dan proses kreatif, ternyata anak-anak generasi alfa malah diprediksi memiliki kecenderungan kesepian lantaran jumlah saudara lebih sedikit dan lebih banyak berinteraksi melalui teknologi, cenderung cuek bahkan bisa mengarah ke antisosial.

Ciri-ciri anak generasi alfa adalah tidak lepas dari gadget, fokus dan terobsesi pada produk baru yang berhubungan teknologi, kurang bersosialisasi, kurang daya kreativitas, malas meningkatkan kemampuan serta saudara kandung sangat sedikit, kemungkinan anak tunggal sangat besar,” jelas Dr. Neil Aldrin, M.Psi, Psikolog, dosen pascasarjana di salah satu universitas swasta di Jakarta, coach dan konsultan di perusahaan, serta trainer hipnoterapi.

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua ketika mengasuh dan mendidik anak generasi alfa menurut Aldrin. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut:

Peka terhadap perubahan zaman
Orangtua mau tak mau harus peka terhadap perubahan zaman dan mengikuti perkembangan teknologi. Dengan begitu, dapat membimbing anak untuk menggunakan teknologi secara bijak dan tepat.

Baca: Menyambut Lahirnya Anak Generasi Alfa yang Melek Digital

“Generasi ini sangat melek teknologi. Dalam hitungan sebentar saja, mereka dapat menguasai teknologi yang makin canggih. Ya, bagaimanapun pengasuhan dan pendidikan anak perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman sang anak yang notabene terus dipengaruhi perkembangan teknologi,” ujar Aldrin.

Selalu damping anak saat menggunakan teknologi
Akses informasi yang demikian terbuka memudahkan anak untuk membuka konten apa saja. Meski telah diupayakan pemblokiran, selalu saja ada celah untuk bisa masuk ke area terlarang, misalnya pornografi. Karena itu, orangtua perlu mendampingi anak dalam menggunakan sarana teknologi.

Baca: Beda Pola Asuh Orangtua Generasi Baby Boomer dan Generasi X

Asah rasa ingin tahu
Kecanggihan teknologi merangsang anak untuk selalu ingin tahu. Karena itu, biarkan anak kreatif mengutak-atik teknologi. Tentu sejauh orangtua harus tetap memantau jangan sampai mengakses area terlarang.  

Jalin komunikasi dua arah
Komunikasi dua arah antara orangtua dan anak sangatlah penting. Di era kecanggihan teknologi, komunikasi tatap muka sepertinya sudah menjadi nomor dua. Kebanyakan individu cenderung menggunakan sarana teknologi dalam berkomunikasi. Padahal dengan komunikasi dua arah atau tatap muka, selain menciptakan bonding, kita juga akan lebih bisa menggali apa yang ingin diketahui anak, apa yang ingin diceritakan, atau masalah apa yang dihadapinya.

Baca: Cara Bermain Tepat untuk Generasi Z Usia Pra Sekolah

Asah kemampuan sosialisasi
Selain persoalan komunikasi, sosialisasi juga cenderung jadi perkara yang dialami anak generasi ini. Kemampuan bersosialisasi mereka cenderung kurang karena lebih asyik dengan teknologi. Karena itu, orangtua perlu mengajarkan anak bersosialisasi. Mulai dari hal sederhana, misalnya, bermain dengan anak tetangga, berkunjung ke rumah saudara, kerabat, dan sebagainya.

Mengasah kemampun bersosialisasi juga sekaligus mengasah emosinya. Misalnya, bagaimana bersikap ketika menghadapi teman yang jahil. Bersosialisasi juga mengurangi anak untuk tidak terlalu banyak berkutat dengan teknologi sehingga aktivitasnya jadi seimbang. Bila memungkinkan libatkan mereka pada suatu komunitas kegiatan sehingga semua kemampuannya terasah baik komunikasi, sosialisasi, dan emosi.

Baca: Anak Sekarang Seolah Kurang Siap Mental Menghadapi Kesulitan?

Bekali dengan nilai-nilai
Diakui teknologi membawa manfaat sekaligus dampak negatif. Adalah menjadi tugas orangtua untuk menjelaskan mana yang boleh dan tidak, mana yang positif dan negatif dari setiap akses teknologi yang digunakan anak.

Selain itu, bekali dan bentengi anak dengan nilai-nilai agama, etika, serta akhlak yang baik. “Kelak, tanpa didampingi pun ia akan bertanggung jawab terhadap dirinya. Otomatis ada kontrol dari dalam diri yang menentukan apakah memilih yang baik atau buruk, yang positif atau negatif dan seterusnya,” urai Aldrin soal mengasuh dan mendidik anak generasi alfa.

Hilman Hilmansyah

 

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.