Membantu Anak Jadi Siswa Pintar dan Bahagia

Editor: nova.id / nova.id
Jumat, 23 Januari 2015
Foto :

Anda Anak

""

Mempersiapkan anak sejak dini agar sukses di sekolah, memang butuh trik jitu. Jika keunggulan akademik adalah aspek yang paling penting bagi Anda, maka persiapkan anak dengan membimbingnya saat belajar di rumah, mengikutsertakan buah hati pada les mata pelajaran, serta proaktif menemaninya belajar. Tentu, Anda pun harus cerdas menentukan pendekatan mana yang paling pas untuk kondisi buah hati.

Sementara itu, ada pula orangtua yang mendefinisikan kesuksesan di sekolah tak sekadar nilai akademik. Sehingga, pembentukan sosok anak yang lebih optimis, tangguh, fleksibel, dan mampu bekerja secara independen, dijadikan takaran penting dalam tumbuh kembangnya.

Dengan kata lain, cara mempersiapkan anak untuk sukses di sekolah sangat tergantung pada definisi sukses orangtua. Untuk membantu anak menjadi siswa yang pintar dan bahagia, berikut beberapa saran yang berguna.

Kurangi Televisi & Internet

Faktanya, terlalu lama bermain internet atau menonton televisi akan mengurangi kesempatan anak-anak sukses di sekolah. Pasalnya, kedua aktivitas tersebut akan membatasi kesempatan anak untuk berinteraksi sosial seperti teman-temannya.

Selain itu, aktivitas ini juga terbukti memengaruhi minat anak untuk membaca, merasakan pengalaman dengan orang lain, bermain, atau berpartisipasi dalam kegiatan lain. Padahal secara signifikan, aktivitas itu akan lebih memperkaya anak. Seorang ahli parenting menyarankan, jangan biarkan anak usia SD menonton teve lebih dari satu jam per hari.

Ikuti Ekstrakurikuler

Olahraga dan musik adalah dua kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat bagi anak-anak. Penelitian mengatakan, anak-anak yang senang olahraga umumnya mendapatkan nilai yang lebih tinggi di sekolah, memiliki harga diri yang tinggi, dan lebih bisa menyelesaikan tugas sekolah.

Selain itu, anak yang terlibat dalam tim olahraga sekolah pun umumnya lebih sehat karena aktivitas dan jaringan sosial dibangun lebih kuat. Sama halnya pada anak yang terlibat dalam kegiatan musik. Anak-anak yang suka bermusik, umumnya mengalami kenaikan prestasi di sekolah. Ekstrakurikuler juga dipercaya bisa meningkatkan kreativitas, serta membuat pemahaman emosional lebih stabil. Mereka memiliki kemampuan memori yang lebih baik ketimbang yang tidak mengikuti pelatihan musik.

Terima Kegagalan

Kegagalan yang dialami anak bukan berarti membuat buah hati berhenti melakukan sesuatu. Anak-anak pun harus bisa belajar dari kegagalan. Tak masalah, mencoba sekali atau dua kali, tapi jangan sampai menyerah. Keberhasilan bisa diperoleh lewat latihan juga, kok. Orangtua harus menekankan pentingnya belajar melalui kesalahan, kemunduran, dan kegagalan.

Studi menunjukkan, anak-anak percaya untuk menjadi orang yang baik itu membutuhkan latihan dan kerja keras, serta terus mencoba saat melakukan kesalahan, bahkan sampai mereka bisa melakukannya dengan benar.

Ikut Terlibat

Jika Anda orangtua yang ingin anak-anak menjadi siswa mandiri yang bisa mengelola waktu dan jadwal belajar secara efektif, berikut beberapa saran yang bisa diikuti:

Jangan Memaksa 

Jangan terlalu tinggi menaruh harapan pada anak-anak. Terkadang, orangtua suka memaksa anak mendapat nilai 8 atau 9, bahkan 10.

Banyak penelitian menunjukkan, beban kerja yang tinggi dan belajar terus-menerus bisa membuat kinerja dan motivasi menurun, terutama pada anak yang belum menginjak usia 15 tahun.

Lakukan dengan Lembut  

Biarkan anak-anak membuat pilihan sendiri. Pasalnya jika dipaksa belajar, ada kemungkinan mereka menolak. Memberi ajakan tentu akan lebih efektif ketimbang hanya memaksa anak. Kembalikan saja ke diri sendiri, bagaimana jika hal tersebut dilakukan pada Anda? Tentu Anda tak suka, bukan?

Sayangnya, banyak orangtua malah memberikan tuntutan yang besar pada buah hatinya. Padahal, bila ajakan untuk belajar disampaikan dengan nada memerintah, kemungkinan akan penolakan pun sebenarnya semakin besar. Jadi,
tak perlu marah, memaksa, atau menuntut, saat meminta anak belajar. Temani dan bimbing saja dengan cara yang menyenangkan. 

Me Time Anak

Anak-anak juga memiliki me time untuk diri mereka, lo. Rutinitas belajar dan sekolah yang dilakukan, tak jarang membuat anak ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Selain berlatih musik dan belajar, anak bisa memiliki kegiatan lain, misalnya, mempersiapkan meja untuk makan malam atau membuat kerajinan yang disukai.

Batasi Waktu 

Tak masalah jika anak-anak ingin menonton teve, main internet, main dengan teman-teman, menelepon temannya, berenang, main sepeda, atau kegiatan lain. Terpenting, mereka sudah belajar, menyelesaikan pekerjaan rumah, dan tidak berlebihan melakukan kegiatan tersebut.

Ikut Terlibat

Orangtua harus terlibat dalam studi anak-anak. Tanyakan pada anak apa yang telah dilakukan dan ikutlah memeriksa pekerjaan mereka. Ini sangat membantu anak saat belajar dan bisa menambah kepercayaan diri mereka. Ujilah mereka dengan beberapa pertanyaan atau kuis yang menyenangkan. Jangan sampai, Anda terus menyuruh anak belajar tapi tak ingin terlibat.

Jadilah Role Model

Salah satu cara yang paling ampuh agar anak memiliki kebiasaan belajar yang baik adalah dengan melihat Anda menggunakan waktu dengan baik. Hindari menonton teve terlalu lama jika tak ingin anak melakukan hal yang sama. Disadari atau tidak, apa yang Anda lakukan akan memengaruhi pilihan anak Anda.

 Noverita K. Waldan

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.