Beda Pola Asuh Orangtua Generasi Baby Boomer dan Generasi X

Editor: nova.id / nova.id
Senin, 12 Januari 2015
Foto :

TabloidNova.com - Masih ingatkah Anda ketika orangtua sering melarang kita bermain di luar? Hal ini terjadi karena saat menjadi orangtua, Generasi Baby Boomer mengutamakan peran menjaga dan menjalankan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan fisik anak, serta memastikan anak menjalankan kewajiban utama seperti sekolah.

Lalu mengapa saat Generasi X menjadi orangtua, ia menyuruh anak bermain di luar? Ini berhubungan dengan paparan teknologi dan informasi. "Generasi X sadar keseimbangan aktivitas fisik, kognitif, dan sosial, penting untuk perkembangan anak," papar Aurora Y. J Lumbantoruan, psikolog dari Keara Konsultan Psikologi. Apalagi anak-anak mulai terpaku dengan gadget.

"Orangtua pun mengupayakan anak bermain di luar agar anak dapat bersosialisasi, mengembangkan kreativitas, dan mampu berkompetisi di masa yang lebih sulit secara finansial."

Gaya pengasuhan ini tampak bertentangan. Apa penyebabnya? Secara keseluruhan, apa beda pola asuh orangtua Generasi Baby Boomer dan Generasi X?

Generasi Baby Boomer
Beberapa dekade lalu, pola asuh ternyata berhubungan dengan kemajuan ekonomi seiring berakhirnya Perang Dunia II. Pada era ini, terdapat Generasi Baby Boomer yang lahir pada rentang tahun 1946 - 1964. "Perkembangan ekonomi yang pesat setelah masa Perang Dunia II membuat kesempatan kerja lebih besar. Peluang kerja pun dimiliki wanita," jelas Aurora.

Era ini membuat kebanyakan Generasi Baby Boomer menjadi orangtua yang bekerja di luar rumah. "Generasi ini menjalankan peran orangtua yang wajib bekerja keras demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Sehingga, mereka kurang memikirkan keseimbangan kehidupan keluarga."

Kesibukan ini membuat mereka cenderung permisif. "Dampak era peperangan juga membuat orangtua berupaya memperoleh keamanan, sehingga kepatuhan dianggap penting. Jadi, saat mengawasi dan mengarahkan perilaku anak, Generasi Baby Boomer menjalankan gaya otoritatif. Tak heran pola asuh ini membuat anak takut terhadap orangtua."

Kedisiplinan pun dinilai sangat penting. "Supaya bisa bertahan hidup," cetus Aurora. Alhasil, sampai sekitar tahun 1990-an, hukuman berupa kekerasan fisik masih dianggap wajar. "Namun sejak munculnya penelitian-penelitian tentang dampak negatif dari hukuman dengan kekerasan, lambat laun masyarakat mulai disadarkan untuk mengubah bentuk disiplin yang dilakukan."

Generasi X
Lantas, apa efek pola asuh Generasi Baby Boomer pada anaknya yang disebut Generasi X (lahir pada kurun waktu 1965 - 1980)?

Menurut Aurora, Generasi X tumbuh menjadi orangtua dengan nilai tradisional, hati-hati, dan pragmatis. Pola asuh otoritatif dan serba teratur yang dijalankan orangtuanya, membuat Generasi X berkeyakinan bahwa kerja keras adalah kunci.

Di sisi lain, sikap permisif dan kurangnya keterlibatan orangtua, membuat Generasi X terbiasa mandiri. "Orangtuanya bekerja sehingga mereka lebih sering di rumah tanpa kehadiran orangtua," tambahnya. Sisi positifnya, Generasi X pun cenderung lebih menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga. "Tapi, intensitas Generasi X dalam mengasuh anak jadi berlebihan," jelas Aurora.

Selain itu, masa perkembangan teknologi yang pesat membuat generasi ini lebih kritis akan informasi. "Mereka akan memilih untuk menyerap hal yang positif dan mudah diterapkan, sehingga mereka paham tidak semua hal dari sekitarnya perlu diikuti."

Generasi X pun mulai hidup dalam keluarga serta lingkungan sosial yang beragam. Sehingga, mereka lebih fleksibel terhadap perbedaan atau perubahan. "Pandangan yang terbuka ini pula yang membuat sosok ayah lebih terlibat dalam pengasuhan anak dan sosok ibu tidak harus tinggal di rumah," ucap Aurora.

Sementara itu, unsur hati-hati membuat Generasi X mengutamakan perencanaan keuangan dan teliti dalam mengambil keputusan. Pada generasi ini pula, kesadaran akan pentingnya keterlibatan orangtua dalam pengasuhan dan pendidikan anak meningkat. "Mereka bahkan membuat perencanaan dan pelaksanaan aktivitas anak-anak," urai psikolog yang kerap bercuit di @pakarpsikologi ini.

Manfaat positif bisa terjadi bila orangtua menerapkan gaya authoritative, yaitu memberi arahan sekaligus kesempatan pada anak untuk menyesuaikannya dengan situasi. Sebaliknya, keterlibatan yang berlebihan seperti tak memberikan anak kebebasan berekspresi, justru akan berimbas negatif.

"Keinginan untuk menciptakan lingkungan ideal bagi anak, mendorong Generasi X menjadi terlalu protektif. Lebih lanjut, ini bisa membuat anak tidak percaya diri akan kemampuannya."

Soca Husein

Penulis : nova.id

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.